Taman Firdaus (4 End)

Pada suatu titik, sesuatu pasti berasal dari ketiadaan

Pertanyaan-pertanyaan yang sungguh menjengkelkan! Dan, ngomong-ngomong, dari mana datanya surat-surat itu? Itu juga sama misteriusnya, nyaris.

Siapa yang telah menyentak Sophie keluar dari keberadaannya sehari-hari dan dengan tiba-tiba membawanya berhadapan dengan teka-teki besar tentang alam raya?

Untuk ketiga kalinya Sophie memeriksa kotak surat. Pak Pos baru saja mengantar kiriman hari itu. Sophie mengaduk setumpukan surat sampah, terbitan berkala, dan dua surat untuk ibunya. Juga ada sebuah kartu pos bergambar pantai tropis. Dia membalik kartu itu. Di situ tertempel sebuah perangko Norwegia dan diberi cap pos “Batalyon PBB.” Mungkinkah itu dari Ayah? Tapi bukankah dia berada di suatu tempat yang sama sekali lain? Itu juga bukan tulisan tangannya.

Sophie merasakan detak jantungnya sedikit bertambah cepat ketika dia melihat kepada siapa kartu pos itu dialamatkan: “Hilde Moller Knag, d/a Sophie Amundsend, 3 Clover Close…” Sisa alamat itu benar adanya. Kartu itu berbunyi:

Hilde sayang, selamat ulang tahun  ke-15! Karena aku yakin kamu akan mengerti, aku ingin memberimu sebuah hadiah yang dapat membantumu berkembang. Maafkan aku telah mengirimkan kartu ini ke alamat Sophie. Itu adalah cara yang paling mudah. Salam sayang dari Ayah.

Sophie lari kembali ke rumah dan masuk ke dapur. Pikirannya kacau. Siapakah “Hilde” ini, yang berulang tahun tepat sebulan sebelum ulang tahunnya sendiri?

Sophie mengambil buku telepon. Ada banyak orang yang bernama Moller, dan hanya sedikit yang bernama Knag. Tapi tak satupun dalam buku petunjuk itu yang bernama Moller Knag.

Dia mengamati kartu misterius itu lagi. Tampaknya itu asli juga; disitu terdapat perangko dan cap pos.

Mengapa seorang ayah mengirimkan sebuah kartu ulang tahun ke alamat Sophie sedangkan sudah jelas bahwa kartu tersebut ditujukan ke tempat lain? Ayah macam apa yang mau memperdaya putrinya sendiri lewat sebuah kartu ulang tahun yang dengan sengaja dikirimkan ke sembarang alamat? Bagaimana mungkin itu merupakan “jalan termudah”? Dan selain itu, bagaimana dia dapat melacak si Hilde ini?

Kini Sophie punya tambahan masalah yang menganggu. Dia berusaha untuk meluruskan pikirannya.

Siang ini, dalam waktu hanya dua jam, dia telah dihadapkan dengan tiga masalah. Masalah pertama adalah siapa yang telah meletakkan dua amplop putih di kotak suratnya. Yang kedua adalah pertanyaan-pertanyaan sulit yang tertulis dalam kedua surat tersebut. Masalah ketiga adalah siapa Hilde Moller Knag, dan mengapa Sophie yang dikirimi kartu ulang tahunnya. Dia yakin bahwa ketiga masalah itu saling terkait. Pasti begitu, sebab sejauh ini hidup yang dijalaninya sungguh biasa-biasa saja.

Dunia Sophie karangan Jostein Gaarder

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s