Cipratan Hujan

Belakangan hari hujan memang turun, sering, lebih sering, sangat sering, agak sering, tapi hari ini menjadi mendung. Sebenarnya artikel ini bukan tentang main hujan-hujanan, tapi maknanya tidak jauh dari makna sebenarnya. Ya, kalau dilihat-lihat dari postingan blog ini sebelumnya, memang mayoritas adalah tugas, selebihnya adalah beberapa chapter buku yang terpisah dan sampai saat ini belum habis terbaca *dontaskme,idontknowwhyhow. Mungkin ada faktor kesengajaan dari penulis (yaitu aku sendiri, hallah -_-) untuk sembunyi dibalik ranting-ranting bambu, hanya saja. Sejak di suatu siang yang lumayan cerah, dalam perjalanan menuju tempat yang sudah setahun yang lalu kaki ini berpijak, ada sebuah udara berbeda yang kehirup di hidung (apasih, tapi that’s true loh). Ya bukan udara beraroma lho yaa, hanya udara netral seperti biasa tapi bisa membuat syaraf otak ini seperti terkena cipratan hujan (inilahmaksud-judulartikelini!). Apakah itu? Kesadaran!

Sudah terasa sangat lama sekali aku tidak pernah menulis, menggambar, mewarnai, dan melakukan hal-hal yang disukai. Setelah di flash back, yang dilakukan setahun (agak lebih mungkin) kemarin adalah just do, without feeling. Ya, cuman jalanin hidup aja. Slow with the flow like jellow, tapi sayangnya buat hidupku sepertinya kurang [nggeh]. Kehilangan diri sendiri, kehilangan kesadaran (bukan pingsan), ini memang aneh. Ada sebuah percakapan film yang bilang begini, “… dan ketika aku bermimpi dengan mata terbuka …”. Kalimat itu cukup lama untuk bisa dicerna, intinya adalah apa yang dilihat tidak benar-benar bisa dipahami, seperti ilusi, seperti khayalan, seperti mimpi. Apa yang di tangan seperti tidak benar-benar disentuh, apa yang di genggam seperti tidak memiliki sebuah arti apa-apa. Padahal nyata adalah apa yang bisa disentuh dan digenggam

Bagaimana mungkin kamu tidak hidup dalam mimpi jika semua orang disekitarmu mulai meramalkan apa yang akan terjadi padamu. Mereka sangat optimis dengan terus meneriakkan kalimat-kalimat ghaib tentangmu, mimpi yang pasti akan tercapai, bahkan tersadar bahwa semua yang mereka katakan adalah harapan besar yang harus dipikul. Beberapa motivator mengatakan yang intinya adalah, “ketika semua orang percaya padamu, apakah masih ada alasan bagimu untuk tidak percaya pada dirimu sendiri?” kalimat ini sangat melekat sepanjang hari-hariku di tahun lalu. Dan apa yang aku putuskan? Aku menjalaninya, hanya itu. Aku mengikuti arus, aku melihat sekitar, aku diam, aku pasif, aku beradaptasi, aku meraba tembok, lantai, dan mungkin apa yang ada diatas kepalaku. Terlalu lama? hingga menghabiskan waktu setahun, biar saja! Ada yang bilang padaku, “Nggak papa lama, karena itu emang proses!”

Sebelum setahun lalu adalah waktu yang sangat disyukuri sepanjang hidupku, air mata bangga wanita yang paling aku cintai, ibuku, berlinang. Hanya itulah alasanku, selama setahun yang lalu tidak memberontak untuk berdiri dengan tanpa rasa. Rasa yang baru saat ini tersadar bahwa inilah saatnya aku kembali menulis, menggambar, mewarnai, dan melakukan apapun. Telat? siapa bilang? Hhhh, berisik.

Dan yang pasti, ini tidak akan pernah terjadi tanpa kehendakNya, Tuhanku satu, Allah subhanallah wa ta’ala… Dia-lah tempatku kembali, setelah sekian lama jiwa mencari makna, memang hanya Dia-lah penerangku. Terimakasih untuk sahabat-sahabatku yang juga ikut serta membantuku berlari mengejar cintaNya, ridhoNya, kasihNya, dan damaiNya… Semoga jalinan ukhuwah kita akan selalu terjaga, dan semoga Allah, Tuhan kita, akan selalu memberikan petunjuk dan bimbingan pada kita🙂

Akhir kata, ku ulas senyuman ikhlas dibalik layar dan deretan keyboard, semoga tulisan ini bermanfaat. Salam, Sukeipah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s