Jauhnya Cinta, Karena ia Belum Halal

Mereka sering mengatakan padaku bahwa aku memilikinya, menerimanya, memberikannya, merasakannya atau bahkan bergelut dengannya. Sebenarnya tidak banyak yang aku mengerti, tetapi yang pasti setiap manusia memiliki fitrah atasnya, memberi dan menerima cinta.

Aku? adalah salah satu aktor serta penontonnya. Hingga akhirnya aku mulai memahami suatu hal yang sangat mendasar. Bahwa apa yang ku sebut cinta selama ini adalah masih haram buatku, buat gadis yang belum menikah sepertiku. Dengan seluruh kesadaranku, Allah telah memberiku peringatan berulang-ulang atas keteledoranku itu, keteledoran untuk jatuh cinta pada seorang anak adam, peringatan itu berupa dijauhkan dari orang yang kucintai.

Sedih? Sesal? memang, itulah yang terjadi. Meski niat untuk berikrar itu telah terurai diatas bibir, tapi semua itu tiada arti bila tanpa tindakan. Ya, itu terlihat sama saja. Aku pun mengerti, bahwa aku harus lebih sabar menunggu seseorang menjemputku untuk bersedia aku cintai dengan halal.

Bukankah jelas agamaku mengajarkanku? Bukankah jelas Tuhanku, Allah, membimbingku? Semoga aku dan seluruh gadis yang memiliki pendapat yang sama denganku selalu diingatkann atas kesadaran yang berharga ini. Terimakasih ya Tuhanku satu, Allah SWT.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s