Karna Kamu Ganteng

Tiga hari yang lalu, sepupumu mengenalkanku padamu, seorang pemuda ganteng. Aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama padamu. Tapi sayangnya, dari sorot mata dan tingkahmu kau tidak menyukaiku, kau lebih sering mengacuhkanku. “Hmm, tunggu saja.. aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku meski kau tak cinta kepadaku, hihihi” tukasku dalam hati sambil menyalin lirik lagu Mas Once yang sedang bersuara di radio. “Beri sedikit waktu biar cinta datang karena telah terbiasa,” tambah mas once lagi, memantapkan hatiku. Ya! memang pemuda ganteng itu perlu sedikit waktu untuk mengenalku, lalu mencintaiku.

Aku mulai mencari cara untuk mendapatkan perhatiannya, setiap hari aku keramas dengan shampoo paling wangi dan memastikan rambutku jatuh satu-persatu seperti di iklan. Setiap hari aku juga memakai bedak paling wangi dan lembut seperti pantat bayi *korbaniklanlagi. Plus pita pink untuk memantapkan penampilan. Oo, ternyata tidak cukup itu saja, aku perlu memakai maskara pelebat bulu mata seperti di iklan, agar ketika dia melihat, dia sadar betapa seksinya mataku.

Ya, setiap hari aku pasti akan bertemu dengannya. Karena dalam 3 bulan ini aku menumpang di rumahnya. Selain dari penampilan, aku juga berusaha menarik perhatiannya dari tingkah lakuku yang anggun. Duduk yang cantik, makan yang cantik, bermain disekitarnya dengan cantik, bertingkah secantik mungkin dan bahkan memandangnya dengan mata cantik. Sungguh semua ini ku lakukan karena kamu ganteng, hanya itu. Dan dengan segala naluri seorang wanita, aku ingin memilikimu. Apa itu salah?

Dan semua usaha itu tidak sia-sia, akhirnya kau menjadi lebih perhatian padaku. Awalnya, kau memberiku sebagian makananmu untukku, dengan malu-malu aku menerimanya. Hingga akhirnya, kedua, ketiga, dan tak terhitung sudah berapa kali kau membagi makananmu untukku. Aku sangat senang kita semakin dekat, dan kamu terlihat semakin ganteng. Tidak hanya itu, setiap kau pulang, aku selalu dengan antusias menghampirimu, dengan wajah ceria kau mengelus seluruh rambutku, dan aku menjadi semakin memanja dalam gendonganmu . Sungguh tidak ada kebahagiaan melebihi kebahagiaanku saat ini. Namun satu hal yang aku baru sadari, meski kini kita saling mencintai, kita tak kan pernah bisa bersatu. Karena aku, kucing sepupumu.

(Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 darihttp://www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s