Dari Poltekom ke Gajah Bandung

Sukeipah Yuli Prihatin, adalah rangkaian dari 3 kata yang dikenal orang-orang sekitarku sebagai namaku. Perjuanganku dimulai sejak tahun 2009, tahun kelulusanku sebagai salah satu dari 5 siswa terbaik SMK PGRI 3 Kota Malang. Berbekal background prestasi yang tak seberapa dari sana, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi diploma 3 di Politeknik Kota Malang (Poltekom) menjadi langkah baru saya. Pada tahun yang sama, saya resmi menjadi salah satu mahasiswa angkatan ke dua perguruan tinggi yang terbilang baru berdiri ini.

Mengingat latar belakang keluarga saya dari kalangan menengah kebawah, Poltekom memberikan bantuan biaya pendidikan secara penuh. Segala dukungan dari pihak keluarga maupun warga Poltekom mengantarkan saya menjadi lebih bersemangat untuk menunaikan tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa baik dari segi akademis maupun karakter. Setiap pagi saya harus menempuh 1 jam perjalanan menggunakan transportasi umum dan 15 menit berjalan kaki untuk dapat sampai di kampus yang letaknya saat itu masih cukup jauh dari perkotaan. Tidak jarang terkadang teman-teman kampus, staff atau bahkan dosen yang sedang melintas di pagi hari memberi bantuan tumpangan pada saya.

Poltekom memiliki sistem yang menuntut kedisiplinan sangat tinggi, hampir mirip dengan sistem yang diterapkan di SMK PGRI 3. Terdapat perhitungan menit terlambat yang dapat diberikan sanksi berupa surat lisan atau surat tertulis, dengan level 1 hingga 3 sesuai dengan beban kesalahan yang dilakukan mahasiswa. Alhamdulillah, dengan sebagai lulusan siswa SMK yang tidak jauh berbeda dengan Poltekom, saya dapat mengikuti ritme peraturan sistem dengan baik. Pengalaman paling berkesan, adalah ketika saya melaksanakan kegiatan praktek kerja industri tahun kedua (atau saat semester akhir, semester 6), dimana saya mengikuti kegiatan Malang Go Open Source serta menjadi salah satu asisten dosen untuk kelas ekstensi maupun reguler. Disana saya lebih banyak belajar bagaimana menjadi seorang yang melayani masyarakat dengan membagi sedikit ilmu yang saya ketahui agar orang lain mendapatkan manfaat dari ilmu yang telah saya peroleh.

Akhir Juni 2012, pertengahan jadwal kegiatan praktek kerja industri, Poltekom merekomendasikan saya untuk turut serta dalam program alih jenjang diploma 4 di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan beasiswa setengah dari biaya pendidikan apabila IPK diatas 3,25. Hingga akhirnya 6 Juli 2012, sebuah pengumuman penerimaan beasiswa program alih jenjang diploma 4 dipublikasikan, saya menjadi salah satu mahasiswa yang diterima sebagai angkatan ke 6. Kekhawatiran masih terbersit dalam benak saya, selain beasiswa yang hanya setengah, bagaimana nanti dengan biaya hidup saya? Dengan segala kemurahan hati Yang Maha Kuasa dan harapan mulia dari Direktur Poltekom saat itu dengan Direktur SEAMOLEC (selaku pelaksana program alih jenjang diploma 4), akhirnya saya mendapatkan beasiswa pendidikan penuh. Sedangkan biaya hidup, 3 bulan pertama saya mendapatkan bantuan dari Poltekom, selanjutnya saya dan keluarga berjuang bersama-sama, beberapa keping uang saya dapatkan dengan merintis wirausaha kecil berjualan kue di kelas saat melaksanakan kuliah dan beberapa keping lainnya dari keringat peluh orang tua saya di Malang.

Proses pendidikan program alih jenjang ini memang tidak langsung diarahkan ke kampus ITB, selama 3 bulan kami di ‘gembleng’ atau dengan kata lain melaksanakan kegiatan matrikulasi di SEAMOLEC sebagai penyelenggara program. Kegiatan ini bertujuan untuk menyetarakan pengetahuan setiap mahasiswa yang telah diterima sebagai bekal untuk dapat mengikuti ritme perkuliahan yang diterapkan di ITB.

November 2012, tepatnya tanggal 14, merupakan hari kelulusan saya sebagai salah satu mahasiswa Poltekom. Tiga tahun pendidikan yang telah saya lalui sebagai mahasiswa Poltekom ditebus dengan air mata kebahagiaan dari Ibu saya, saya menjadi salah satu lulusan terbaik saat itu. Kebahagiaan yang lebih berharga dari seorang anak seperti saya, adalah melihat orang tua saya bangga memiliki saya. Dan kebahagiaan ini tentu saja atas karunia Tuhanku satu, Allah, dan juga banyak orang-orang yang selalu mendukung saya dari berbagai aspek, terutama keluarga, dan banyak orang-orang lainnya termasuk teman-teman, staff, dosen, serta segenap warga Poltekom. Terimakasih Poltekom J

Tidak sampai disitu saja, perjuangan saya berlanjut dengan berjuang hidup di Gajahnya Bandung, ITB. Tetap dengan berjualan kue di kelas untuk menekan beban keringat peluh orang tua. Disela-sela itu selama 6 bulan praktek kerja industri, saya mendapatkan honor sehingga sedikit mengurangi beban orang tua. Oktober 2013, saya akhirnya berhasil melaksanakan sidang tugas akhir dengan kepastian lulus, Alhamdulillah. Rasa syukur yang tidak pernah berhenti, tidak lama setelah penerimaan nilai transkrip dan surat keterangan lulus, saya kembali mendapatkan rekomendasi untuk mengikuti program pendidikan Perkuliahan Jarak Jauh Magister Teknologi Media Digital dan Game di ITB. Januari 2014, saya resmi diterima dan mengikuti perkuliahan semester 1 hingga saat ini. Sekali lagi, terimakasih Poltekom, mengantarkan peluang pendidikan saya hingga sejauh ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s