Masak : Oncom Ciamik

Bukti nyata bahwa sabtu ini bukanlah sebuah hari kebetulan adalah masak oncom ciamik… Selamat hari oncom seduniaaaa hiehehehe *apasih – abaikan . Yak, kali ini eksperimen masakan oncom pertamaku, kenapa oncom? karena dia ada di meja mamang sayur pagi ini… tadinya ngeblank mau masak apa, tapi langkah kaki tetap mantab ngapelin mamang sayur yg sudah diserbu ibu-ibu. Semua bahan sepertinya sudah disikat ibu2 sebelumnya, dan menyisakan para oncom yg bergeletakan berwarna oranye. Oncom itu mulai berbisik “aku menunggumu, belum pernah masak aku kan? masak aku donngggg” begitulah pada akhirnya aku terbujuk rayu mengambil 2 papan sedang oncom oranye yg menarik hati, :p . Seketika setelah ngambil oncom, buka chrome di handphone langsung searching resep oncom. Dan wallaaaaa… semua bahan sudah siap dimasak (tidak saklek pada bahan atau cara masak yg ditemukan) yang penting halal dan tidak beracun (in sya’ Allah) . Yuk yaaaa…

Bahan
2 papan ukuran sedang oncom (potong kecil2 dan kukus)
3 butir bawang merah
3 butir bawang putih
1.5 ruas jari kencur
1.5 sdm saus tiram
Cabe secukupnya (iris kecil2)
Tomat sesuai selera (iris kecil2) akusih satu tp yg buesar, haha
Kemangi secukupnya
Leunca secukupnya
Garam secukupnya
1 sdm minyak buat numis bumbu
Air secukupnya buat pas numis bumbu yg udh wangi gak gosong, dikit aja sekitar 10 sdm

Cara masak
Haluskan bawang merah, bawang putih, kencur dan garam
Tumis bumbu yg sudah halus, jika sudah wangi masukkan air sedikit
Masukkan cabe dan tomat, aduk2 sebentar 3 menitan
Masukkan leunca, tunggu sekitar 3 menit
Masukkan oncom, aduk sampe rata tunggu 3 menit
Tambahkan saus tiram, aduk sampe rata
Masukkan kemangi, aduk sampe rata
Tunggu 2 menit, angkat
Tralalalala sebelum diangkat diicip dulu ya, biar kalo kurang asin ato kurang banyak bisa tobat :3

Before

image

After

image

Selamat ekplorasi, semangaaatttt makan 😀

Masak : Telur Kukus

Yaaakkk, kamis ceriaaaa… myung myung myung myung myung *bergerak seperi pesawat oleng* aaahh abaikan hhehhe…
Jadi begini, hari ini tidak sengaja lapar, kemudian wajarlah kalau ingin masak (karena lebih hemat daripada membeli). Tadinya di kepala mikir ini itu syalalala nanana… eh ternyata pas mateng, semua khayalan itu menjadi telur kukus hhehe . sekilas info : hei kamu, aku selalu belajar memasak, melakukan eksperimen apapun untuk memantaskan diri biar kamu (setidaknya) tidak keracunan 😀 *naudzubillah ya, hihihi

Bahan :
2 butir telur
1 buah mentimun ukuran kecil, iris kecil2
Bawang merah secukupnya
Bawang putih secukupnya
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Kulit jeruk sebagai wadah telur (ini bahan yg tidak direncanakan sebelumnya, gegara minimnya perabotan masak jadi kreatif hahaha)
Air secukupnya untuk merebus

Cara memasak :
Haluskan bawang merah, bawang putih, garam
Kocok telur, tambahkan merica, dan bumbu yg sudah dihaluskan
Masukkan mentimun yang sudah diiris kecil2 kedalam telur
Pasang kulit jeruk dalam kukusan
Masukkan adonan ke dalam kulit jeruk
Panaskan air
Tunggu sampai matang

Before

image

After

image

Hehehhe lumayan lah, buat buka ganjel perut hari ini… oh ya, hari ini aku sepertinya sedang senang, sampai2 langsung melaporkan telur kukus malam ini… 😀 selamat menikmati, alhamdulillah

Mari Kita Bekerjasama

Surat kedua untukmu, kamu yang selalu dinanti.

Assalammu’alaikum, calon suamiku.

Siapapun kamu, apakah orang yang disekitar ataupun bukan, apakah orang yang telah lama dikenal atau beberapa waktu, apakah orang yang selalu ada dalam do’aku ataukah bukan, siapapun kamu, aku yakin hanya ada satu dari milyaran manusia yang diciptakan untuk kusanding karena cintaNya. Dan kapanpun kamu datang, datanglah, jangan pernah ragu untuk menyempurnakan agama bersamaku… apapun yang terjadi, jika Allah pilihkan kamu untukku, aku akan menerimamu, apapun yang terjadi di hadapan, kita akan hadapi bersama, aku akan selalu menyandingmu, suka duka, sakit sehat, gelap terang. Aku menantimu, aku memperbaiki diri, dan memantaskan diri.

Aku punya cita-cita yang besar, aku hidup dalam sebuah perjalanan untuk mewujudkannya. Begitupun denganmu, aku yakin kamu punya hal yang sama. Mari kita wujudkan bersama, aku mendukungmu, kamupun mendukungku. Jangan takut  apabila nanti salah satu diantara kita bersinar terlebih dahulu, atau sebaliknya. Semoga kita selalu diingatkan, bahwa kita adalah dua yang menjadi satu untuk saling mendukung dan memperbaiki diri. Masing-masing dari kita adalah suporter nomer satu untuk mewujudkan cita-cita. Dan yang paling penting, kita adalah dua yang menjadi satu karena keridhaanNya. Membacanya kembali membuatku tertawa sendiri, ini terasa terlalu romantis sedangkan kamu masih dalam imaji, hahahaha. Karakterku yang melankolis, semoga kamu tidak 😉

Dan sebelum ku jelaskan lebih banyak, sempatkan membaca dua artikel ini, artikel yang memicu surat kedua ini tertulis untukmu, hehehehehe. Artikel satu (http://www.hipwee.com/motivasi/11-alasan-kenapa-kuliah-di-luar-negeri-adalah-cita-cita-yang-harus-kamu-pelihara/) dan artikel satunya lagi (http://www.hipwee.com/daripembaca/jangan-takut-menikahiku-apapun-jalan-cerita-pernikahan-kita-aku-akan-bersyukur-jadi-pendamping-hidupmu/) Baca lebih lanjut

Identitas Jari Jemari

Intuiting Introvert, kaget! Gak nyangka, hasil dari analisa 10 sidik jariku yang sudah 24 tahun ini menempel erat adalah itu. Sempet lemes, tapi dalam hati seakan bersorak gembira, tapi sesekali masih bertanya “ini serius?” dan pertanyaan itu terus menggema setelah seminggu tes sampe sekarang…

Personaliti

Perhatiannya pada gambaran umum. Mengolah informasi berdasarkan intuisi. Lebih berminat pada pemahaman imaginative. Abstrak dan teoritis. Melihat pola dan makna. Orientasi pada masa depan. Mulai dari mana saja. Menyukai kemungkinan untuk berdaya cipta. Mengandalkan inspirasi. Pola bicara beragam, menggunakan banyak kalimat perbandingan. Memiliki pikiran yang berputar namun terpola. Figuratif, menggunakan analogi dan metafora. Menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri sendiri. Memberi ruang, alternatif, dan tidak cepat menyimpulkan. Tertarik pada pekerjaan yang melibatkan kreatifitas. Menyukai cerita fiksi. Berbicara hanya hal-hal besar dan strategis. Memiliki visi ke depan. Cenderung untuk menyelesaikan kalimat orang lain. Tampak intelek atau berkelas

I (Intuiting) itu ibarat kayu. Kayu pohon tumbuh dan bergerak vertikal. Kayu pohon tumbuh, hidup, dan menghasilkan buah. Kayu seperti tidak pernah berhenti tumbuh ingin mencapai langit. Dan juga kayu tumbuhan indah dan sedap dipandang mata. Jika orang ingin mencari lambang kreativitas, maka simbol yang digunakan adalah pensil kayu, bukan ballpoint. Demikian juga benda-benda kreatif bahkan rumah kreatif dibuat dari kayu. Kayu memiliki kekuatan sekaligus fleksibilitas. Kayu menghadirkan kreatifitas. Gerakan kayu yang cenderung bergerak vertikal ke atas seakan mencapai langit, ibarat penuh optimisme sedang melompat mengejar masa depan. Kayu menciptakan kreativitas. Kreativitas lambang kualitas ilmu. Orang I : optimis, kreatif, berkelas, kuat, fleksibel seperti kayu, memiliki keindahan seperti jari manis. Jari manis adalah bagian jari yang paling susah digerakkan, namun bentuknya indah, tempat meletakkan cincin. Orang I, kemistrinya kepada ilmu, kreativitas, gagasan, solusi yang diwakili dengan unsur ‘kata’.

Unsur Alam Semesta : Kayu

Simbol jari : Jari manis

Unsur Kepemilikan : Kata

Habitat Alam : Pohon besar-besar, suhu dingin

Habitat Sosial : Masyarakat Ekslusif

Habitat Industri : Industri Lifestyle

Tantangan menghidupkan standar : Perfeksionis yang ke-pede-an

Jenis penyakit fisik dan mental : paru-paru/udara, intisari/dasar lingkungan

Profil Ii (Intuiting Introvert):

Kepribadian yang selalu mempersepsi keadaan secara positif. Meskipun mereka positivis anehnya mereka seperti memiliki mesin ‘time tunnel’ yang seolah-olah kemanapun mereka mau pergi tinggal pencet tombol, sesuatu yang berlawanan dengan positivismenya mereka. Memiliki privasi yang kuat, ‘tidak ember’, mampu menyimpan rahasia pribadinya rapat-rapat namun mereka juga menyenangkan dijadikan sebagai mitra bisnis tanpa harus masuk ke wilayah privasi. Keyakinannya yang kuat terhadap dirinya kerapkali mendudukkan dirinya sebagai pahlawan bagi sekitarnya. Keyakinannya sering berlebihan meskipun sebenarnya mereka punya kemampuan untuk sadar diri terutama ketika berinteraksi dengan orang lain. Jika diibaratkan kendaraan, mereka adalah jenis kendaraan tanpa rem. Hantam terus. Melaju terus. Hanya ketika sudah mentok tidak berhasil mencapai tujuannya mereka langsung jatuh down. Untuk memulihkan dari down-nya ini tidak mudah, karena mereka baru menabrakkan kendaraannya tanpa rem. Letak kehebatannya adalah pada kemampuannya membuat konsep dan begitu perfeksionis ketika mereka menjalani konsepnya. Kalau perlu mereka bersedia untuk turun tangan meskipun mereka konseptornya. Jenis kepribadian yang super keras kepala, meskipun demikian mereka terbuka untuk berbeda pendapat. Mereka sangat romantis, lucunya mereka juga ‘anak mami’.

Tokoh Ii : Luis Figo, Rano Karno, Carissa Putri, Marissa Haque, Widyawati, Sri Mulyani, Riri Riza, Taylor Swift, Julia Robert, Leonardo DiCaprio.

(ngopi dari : https://utie89.wordpress.com/2012/10/25/tes-stifin/)

Setelah ini, apa yang akan terjadi? Ahh rasanya aku ingin segera berlari melalui tahun demi tahun, dan mendapati diriku 10 tahun lagi… seperti apakah? Semoga lebih baik. Aamiin.

Salah Satu Hujan Bulan Maret :)

Tadinya sudah berkhayal mau mengawali maret dengan tulisan-tulisan yang cukup serius tentang beberapa event gratis yang buat aku nambah ilmu, tapi sepertinya harus di keep dulu. Masih ada yang perlu diprioritaskan, tapi untuk yang satu ini rasanya can’t wait. Momentnya ngena banget. Jadi, jangan baca lama-lama ya hihihihi :v

Baru siang tadi nemuin lagu 恋におちて feat. 小林明子 Cover by GILLE (ジル) setelah di translate hasilnya : Falling in Love Feat Akiko Kobayashi Cover by Gille (Jill) . Lagu itu, ditambah hujan sore yang khidmat, serta bebauan bulan maret yang penuh ingin di “rahasia”kan sendiri akhirnya lumer dengan sendirinya.

 

12032015 4:31 PM – Labtek 8 Ruang Residensi

Rintik hujan melantunkan nyanyian yang sama

Gemericik kecil yang selalu merindui pelangi

Angin berhembus pelan seakan berbisik tentang kedamaian

Menenangkan derasnya tetesan air hujan yang rata menyeluruh semua sudut kota

Mendung masih menggantung pekat, perlahan melepaskan penat, satu per satu melalui deretan air yang belum habis

Genap sudah di tahun ini, hidupmu menjadi 30 tahun

Umur yang matang untuk menjadi seorang pemimpin

Selantun do’a penuh harap berbisik lirih

Menyebut namamu, menyebut namanya, nama kalian

Dipersatukan dalam bahagia atas ridhoNya

Melimpahkan keberkahan kesehatan, kesuksesan, serta kebahagiaan untukmu, keluargamu, dan wanitamu

Akupun sama seperti semesta, mendukungmu dari kejauhan

Tak pernah nampak meski di depan mata

Semoga dapat kau gapai semua mimpi dan harapanmu

Sampai jumpa teman lamaku

Semoga esok kita bertemu di jannahNya, in sya’ Allah

🙂

Tangan yang Gemetar

ramai orang berteriak di telinga : “kamu dosa” “kamu salah” “kamu naif”. semua itu tentu saja membuatku gemetar. tapi tanganku tetap merangkai kerikil demi kerikil. jauh di lubuk hati, tersemat : “selama apa yg dilakukan tidak menyakiti orang lain, menyusahkan orang lain, merugikan orang lain, membuat orang lain menjadi sedih atau tercerai berai, tangan ini akan tetap menari meski gemetar” merangkai kerikil-kerikil untuk sekedar menjadi pijakan pengunjung di pinggir taman, berharap dapat membuat kakinya menjadi sedikit sehat, atau membuatnya tersenyum (jika itu mungkin).

dan jika memang apa yg mereka katakan adalah benar, hanya Allah Maha Mengetahui, tiada lelah bagi pendosa sepertiku untuk bersimpuh meminta ampun dan diberi petunjuk jalan yang benar, aamiin .__.