Mari Kita Bekerjasama

Surat kedua untukmu, kamu yang selalu dinanti.

Assalammu’alaikum, calon suamiku.

Siapapun kamu, apakah orang yang disekitar ataupun bukan, apakah orang yang telah lama dikenal atau beberapa waktu, apakah orang yang selalu ada dalam do’aku ataukah bukan, siapapun kamu, aku yakin hanya ada satu dari milyaran manusia yang diciptakan untuk kusanding karena cintaNya. Dan kapanpun kamu datang, datanglah, jangan pernah ragu untuk menyempurnakan agama bersamaku… apapun yang terjadi, jika Allah pilihkan kamu untukku, aku akan menerimamu, apapun yang terjadi di hadapan, kita akan hadapi bersama, aku akan selalu menyandingmu, suka duka, sakit sehat, gelap terang. Aku menantimu, aku memperbaiki diri, dan memantaskan diri.

Aku punya cita-cita yang besar, aku hidup dalam sebuah perjalanan untuk mewujudkannya. Begitupun denganmu, aku yakin kamu punya hal yang sama. Mari kita wujudkan bersama, aku mendukungmu, kamupun mendukungku. Jangan takut  apabila nanti salah satu diantara kita bersinar terlebih dahulu, atau sebaliknya. Semoga kita selalu diingatkan, bahwa kita adalah dua yang menjadi satu untuk saling mendukung dan memperbaiki diri. Masing-masing dari kita adalah suporter nomer satu untuk mewujudkan cita-cita. Dan yang paling penting, kita adalah dua yang menjadi satu karena keridhaanNya. Membacanya kembali membuatku tertawa sendiri, ini terasa terlalu romantis sedangkan kamu masih dalam imaji, hahahaha. Karakterku yang melankolis, semoga kamu tidak😉

Dan sebelum ku jelaskan lebih banyak, sempatkan membaca dua artikel ini, artikel yang memicu surat kedua ini tertulis untukmu, hehehehehe. Artikel satu (http://www.hipwee.com/motivasi/11-alasan-kenapa-kuliah-di-luar-negeri-adalah-cita-cita-yang-harus-kamu-pelihara/) dan artikel satunya lagi (http://www.hipwee.com/daripembaca/jangan-takut-menikahiku-apapun-jalan-cerita-pernikahan-kita-aku-akan-bersyukur-jadi-pendamping-hidupmu/)

Bagiku, Indonesia ibarat rumah sedang luar negeri sama halnya dengan segala sesuatu yang ada di luar rumah. Entah itu padang rumput, padang pasir, sungai, laut, gunung, atau apapun. Mungkin karena itulah, kemanapun aku pergi selama itu di Indonesia tak jadi masalah untukku, berpergian sendiri. Justru aku akan menikmatinya, karena itu artinya aku sedang bereksplorasi di rumah sendiri. Rumah yang akan menjadi tempat tinggalku, sejak aku lahir hingga aku terbenam dalam tanah.

Tapi jika nanti harapan itu terkabul, menuntut ilmu di luar negeri. Aku harap kamu sudah disampingku. Ya kamu, suamiku. Kenapa? karena kamu yang menjagaku, aku yang merawatmu. Aku tidak ingin berjuang sendirian, aku ingin bersamamu menjadi temanku, teman hidup. Satu-satunya orang yang dikenal di tempat asing manapun. Satu-satunya orang yang harus ku genggam tangannya kemanapun aku pergi. Saling menopang satu sama lain. Menjadi pakaian satu sama lain. Menjadi dua mahasiswa perantauan yang menuntut ilmu dan bertahan hidup bersama disana. Melakukan perjalanan mewujudkan impian bersama, hingga sukses bersama (aamiin). Kita akan bertahan hidup dengan segala cara, cara yang halal. Aku senang belajar apapun, aku suka belajar berbagai keterampilan tangan, belajar berbisnis kecil-kecilan atau apapun, setidaknya dengan sedikit ilmu itu aku harap bisa menjadi solusi alternatif keuangan kita nanti. Aku akan terus belajar dan mengembangkan diri untuk ini, kamu jangan kawatir.

Namun apabila nanti Allah lebih mempercayakan aku untuk pergi sendirian tanpamu. Aku yakin, mungkin Allah sedang merencakan skenario terbaik, kita akan bertemu di titik pertemuan mana saja di segala penjuru dunia. Allah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Entah dimana, entah siapa, entah seperti apa. I’ll wait you as always,🙂

Hehehehe, udah sih itu aja intinya. Dadahhhh, mari kita bekerjasama menggapai mimpi, mengarungi dunia, melengkapi hidup, menyempurnakan agama. Be my partner until jannah🙂

Dari yang selalu menantimu,

Calon istri yang sedang memantaskan diri.

Wassalammu’alaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s